Perkuat Kolaborasi dan Pelestarian Budaya,UIN Raden Fatah Gelar FGD Tari Perang Palembang

KoranRakyat.co.id –Guna memperkuat kolaborasi dan pelestarian budaya daerah,Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Tari Perang Palembang
Mengutip laman radenfatah.ac.id, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Tari Perang Palembang: Menelisik Perjuangan Masyarakat Palembang”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Laboratorium FAH UIN Raden tah, Selasa (22/04/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang dengan Rumah Sriksetra serta melibatkan koreografer muda Palembang, Salwa Pratiwi.
Hadir sebagai narasumber, Dekan FAH UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Endang Rochmiatun, S.Ag., M.Hum., Wakil Dekan I, Dr. Amilda, M.Hum., Kepala Laboratorium Naskah UIN Raden Fatah Palembang, Kms. Andi Syarifuddin, M.A., serta Kepala Perpustakaan FAH, Maryuzi, S.Ag., yang memberikan pandangan akademik dan masukan konstruktif terhadap pengembangan karya tari tersebut.

Dalam pemaparannya, Endang Rochmiatun menyampaikan bahwa penciptaan karya tari inovatif harus memperhatikan tiga aspek utama, yaitu adaptasi fakta sejarah, konstruksi sosial masyarakat pada masa peristiwa, serta kajian terhadap sumber-sumber sejarah yang relevan.
“Paling tidak ada tiga komponen yang harus dipertimbangkan dalam penciptaan karya tari inovatif, yaitu adaptasi dari fakta sejarah ini, yaitu aktivitas perang, konstruksi sosial masyarakat di masanya, serta pembacaan sumber-sumber sejarah selain naskah Perang Palembang yang berkaitan,” jelasnya.
Sementara itu, Andi Syarifuddin menyampaikan bahwa kampus merupakan ruang inklusif bagi masyarakat. Ia juga menegaskan tentang pentingnya karya seni tetap berpijak pada fakta sejarah.
“Kampus adalah rumah pengetahuan yang terbuka bagi siapa saja. Kehadirannya harus mampu menjadi pendamping masyarakat dalam menyediakan informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Selain pelaksanaan FGD, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang dengan Rumah Sriksetra.
Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara institusi akademik dan komunitas seni dalam pengembangan, pelestarian, serta publikasi budaya lokal, khususnya melalui karya seni berbasis sejarah. (*)
