Gubernur Herman Deru Targetkan Sultan Muda Dorong Ekspor dan Ekonomi Inklusif Sumsel

Palembang|KoranRakyat.co.id –— Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, mendorong program Sultan Muda menjadi motor penggerak ekspor dan pertumbuhan ekonomi inklusif di daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Sultan Muda Xpora 2026 dalam rangka mengakselerasi ekspor Sumatera Selatan melalui penguatan Sultan Muda dan keuangan inklusif, di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel, Selasa (21/4/2026).
Menurut Herman Deru, generasi muda Sumsel memiliki potensi besar dalam mengembangkan kewirausahaan. Di tengah berbagai kemudahan yang kerap membuat sebagian generasi muda terlena, para Sultan Muda justru menunjukkan kreativitas dan semangat usaha yang tinggi.

“Sebanyak 9.008 Sultan Muda yang telah memiliki kartu identitas ini tidak hanya berasal dari Palembang, tetapi juga tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sumsel. Artinya, gaung dan dampaknya benar-benar terasa luas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan Sultan Muda telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh sebab itu, para generasi muda diminta untuk memanfaatkan fasilitas pelatihan dan pembinaan yang tersedia agar mampu menghasilkan produk unggulan yang berdaya saing, termasuk untuk pasar ekspor.

“Kita harapkan dengan pelatihan yang diberikan akan lahir lebih banyak varian produk ekspor dari Sumsel,” katanya.
Herman Deru juga mengapresiasi perkembangan program Sultan Muda yang dinilai semakin menunjukkan hasil positif. Ia menekankan pentingnya peran Sultan Muda sebagai teladan serta pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan. “Sultan Muda harus menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menyebutkan bahwa pihaknya turut menjadi pusat pengembangan program Sultan Muda. Hingga saat ini, jumlah peserta telah mencapai 9.008 orang dan akan segera diresmikan oleh Gubernur Sumsel.
Menurutnya, keberadaan Sultan Muda menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui lahirnya wirausahawan muda yang mandiri dan produktif. “Alhamdulillah, saat ini sudah ada 9.008 Sultan Muda yang akan segera diresmikan, termasuk dukungan melalui sistem uang elektronik. Jika jumlah ini terus berkembang, tentu akan memberikan dampak positif bagi pembangunan dan ekonomi Sumsel,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan ekspor produk turunan kelapa dengan total nilai mencapai Rp1,6 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa hilirisasi komoditas unggulan daerah terus berkembang dan mampu menembus pasar internasional.
Arifin berharap sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan pelaku usaha muda dapat terus diperkuat guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bakti Sasongko, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. (*)
