15 April 2026

Tiba-tiba Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Minggu dengan Iran dengan Sejumlah Syarat

KoranRakyat.co.id — Publik internasional tiba-tiba dikejutkan pengumuman gencatan senjata yang diumum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di tengah ambisiusnya membumihanguskan Iran.

Diwartakan  Inilah.com sebelumnya bahwa dunia internasional dikejutkan dengan manuver terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Setelah sempat melontarkan ancaman akan ‘meratakan’ Iran, Trump secara resmi mengumumkan kesepakatan gencatan sementara dengan Teheran selama dua minggu.

​Keputusan krusial ini diambil menyusul diskusi intensif yang melibatkan kepemimpinan Pakistan sebagai mediator. Langkah ini diharapkan mampu meredam ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sempat berada di titik didih.

​Syarat Mutlak: Selat Hormuz Harus Dibuka

​Melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa (7/4/2026) waktu AS atau Rabu (8/4/2026) WIB, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata ini bukan tanpa syarat. Trump menuntut Teheran membuka kembali lalu lintas di Selat Hormuz secara penuh dan aman.

​”Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu,” tulis Trump, mengutip laporan BBC, Rabu.

​Trump menetapkan tenggat waktu yang sangat ketat. Kesepakatan ini harus berjalan mulai Rabu pukul 07.00 WIB atau pukul 03.30 waktu Teheran. “Tunduk pada persetujuan Iran untuk melakukan pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman,” tegasnya lagi.

net

​Peran Sentral Pakistan

​Dalam pengumumannya, Trump secara khusus menyebut nama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir. Keduanya disebut sebagai tokoh kunci yang membujuk Washington untuk menahan diri.

​”Mereka meminta agar saya menahan kekuatan destruktif yang sedianya dikirim malam ini ke Iran,” ungkap Trump.

​Trump mengeklaim bahwa operasi militer AS sebenarnya telah mencapai, bahkan melampaui seluruh target yang diinginkan. Namun, ia memilih jalur diplomasi setelah Iran mengirimkan rencana perdamaian sepuluh poin kepada AS dan Israel.

​Meski detail rencana tersebut masih dirahasiakan, Trump menilainya sebagai landasan negosiasi yang realistis. “Hampir semua poin pertentangan di masa lalu telah disepakati. Periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan tersebut disempurnakan,” jelasnya.

tirto.id

​Reaksi Berbeda dari Teheran

​Sementara Washington membingkai langkah ini sebagai bentuk kemurahan hati diplomatik, media pemerintah Iran memberikan narasi yang bertolak belakang.

​Beberapa media di Teheran menggunakan tajuk utama yang menyebut Trump telah melakukan ‘mundur yang memalukan’. Mereka mengklaim Trump terpaksa menerima syarat dari Iran untuk mengakhiri perang setelah menyadari konsekuensi dari retorika anti-Iran yang ia bangun.

​Meski gencatan senjata ini membawa napas lega bagi pasar global, stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut masih menyisakan tanda tanya besar. Sejumlah sumber menyebutkan, AS tetap menyiagakan kekuatan udara jika dalam dua minggu kesepakatan tidak difinalisasi.

​Kini, mata dunia tertuju pada gerak-gerik militer Israel dan respons nyata Iran di Selat Hormuz. Apakah ini awal dari perdamaian permanen, atau sekadar jeda taktis sebelum badai yang lebih besar? (*)