Festival Mudik 2026 Wonosobo Kian Meriah, 50 Balon Udara Hiasi Mumbul Bareng Randumas

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Suasana meriah menyelimuti Stadion Randumas, Desa Semayu, Kecamatan Selomerto, saat event Mumbul Bareng Randumas digelar pada Senin (23/3/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu dari 23 titik pelaksanaan Festival Balon Udara dalam rangkaian Festival Mudik 2026 yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Wonosobo.
Sejak pagi, ribuan masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan puluhan balon udara yang menghiasi langit. Sebanyak 50 balon dari berbagai daerah seperti Pekalongan, Simbang, Gumawang, Kalikajar, Semayu, hingga Karangluhur turut ambil bagian dalam kemeriahan tersebut. Meski terdapat tiga balon yang mengalami kerusakan, seluruh kegiatan tetap berlangsung aman tanpa adanya balon yang diterbangkan secara liar.
Antusiasme pengunjung terlihat begitu tinggi. Tidak hanya warga lokal, masyarakat dari luar daerah pun turut hadir meramaikan suasana.
“Estimasi pengunjung mencapai sekitar 12 ribu orang, tidak hanya dari Wonosobo, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Purbalingga, Magelang, Purwokerto, Banjarnegara, Yogyakarta, Bogor, Tangerang, hingga luar pulau seperti Deli Serdang, Batam, Sumatera Utara, Nabire, dan Merauke,” ujar Ketua Panitia, Sumarno.

Kemeriahan acara ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Sebanyak 90 pelaku UMKM tercatat terlibat dalam kepanitiaan, ditambah sekitar 50 pedagang keliling yang turut meramaikan area kegiatan. Perputaran uang selama acara diperkirakan mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta.
Di tengah kemeriahan tersebut, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Wonosobo turut hadir mewakili Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat. Hadir dalam kesempatan itu perwakilan dari Disperkimhub, Disparbud, serta DPPKBPPA, bersama mahasiswa magang Disparbud, Vella.
Dalam sambutan yang dibacakan, Bupati mengawali dengan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah sekaligus mengajak masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan semangat membangun daerah.
“Festival ini bukan sekadar perayaan, tetapi merupakan wujud kreativitas dan kebersamaan masyarakat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,” demikian kutipan sambutan Bupati yang dibacakan oleh Sakti, Kabid Perkim, Disperkimhub Wonosobo.
Festival Balon Udara sendiri menjadi bagian dari agenda yang berlangsung pada 22–29 Maret 2026, dengan puncak acara dipusatkan di Alun-Alun Wonosobo. Tradisi ini kini tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga telah berkembang menjadi daya tarik wisata yang menjangkau tingkat nasional hingga internasional.
“Momentum ini harus kita jaga dan kembangkan bersama agar manfaatnya semakin luas bagi kesejahteraan masyarakat,” lanjut kutipan sambutan Bupati.
Dari sisi keamanan dan ketertiban, kegiatan berlangsung lancar dengan dukungan penuh dari berbagai pihak. Pengaturan lalu lintas berjalan baik meski arus kendaraan meningkat, berkat sinergi antara Polri, TNI, Linmas, serta panitia di bawah koordinasi Kapolsek Selomerto, AKP Saptono.

Pemerintah juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi selama festival berlangsung. Seluruh peserta diminta menerbangkan balon secara tertambat menggunakan minimal tiga tali kuat serta tidak menerbangkan balon secara liar. Selain itu, pengunjung juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Apresiasi disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari panitia, komunitas balon, pemerintah desa, hingga masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan ini.
Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan, melestarikan budaya, serta memperkuat citra Wonosobo sebagai destinasi wisata unggulan.
“Lestarikan tradisi dengan tetap mematuhi regulasi. Mudik meriah tanpa sampah,” demikian pesan Bupati Wonosobo dalam sambutan yang dibacakan di lokasi kegiatan. (Disparbud Wonosobo/Aris)
