15 April 2026

Operasi Ketupat Candi 2026 Dimulai, Wonosobo Siap Amankan Arus Mudik dan Lonjakan Wisatawan

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Jajaran Polres Wonosobo menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Candi 2026 di halaman Mapolres Wonosobo, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menjadi penanda kesiapan aparat dalam mengamankan arus mudik serta perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Apel diikuti unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Wonosobo, serta berbagai instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan Lebaran tahun ini. Dalam kesempatan tersebut juga dibacakan amanat Kapolri yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus wujud sinergi lintas sektor dalam memastikan keamanan serta kelancaran arus mudik masyarakat.

Dalam amanat itu disampaikan bahwa berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama masa Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang. Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, Polri bersama TNI dan pemangku kepentingan terkait melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan sekitar 161 ribu personel gabungan di seluruh Indonesia.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan mengatakan, Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Wonosobo dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur guna memastikan keamanan selama masa mudik hingga libur Lebaran.

“Dimulai tanggal 13 Maret sampai dengan 25, Polri melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat Candi 2026 menyambut Idul Fitri. Dan di sini Polri tidak bisa bekerja sendiri bersama dengan Pak Bupati, Pemda, TNI. Kita berkolaborasi bersatu menyambut kedatangan para pemudik, masyarakat, dan memperkuat objek-objek wisata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tahun ini jumlah pos pengamanan di wilayah Wonosobo ditambah menjadi tujuh titik dari sebelumnya lima pos. Penambahan tersebut dilakukan berdasarkan analisis titik rawan kepadatan lalu lintas, terutama di jalur menuju kawasan wisata Dieng serta beberapa wilayah seperti Garung dan Menjer.

Polres Wonosobo juga menyiapkan 394 personel yang akan bersinergi dengan TNI dan unsur terkait lainnya dalam pengamanan arus mudik maupun aktivitas wisata selama libur Lebaran.

Kapolres menyebutkan, kondisi jalur menuju Dieng yang relatif sempit serta aktivitas wisatawan yang berhenti di tepi jalan kerap menjadi penyebab kepadatan lalu lintas. Karena itu, pihaknya akan memperkuat pengamanan dan pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut.

“Kadang masyarakat berhenti, parkir sembarangan, kemudian selfie di sepanjang jalan. Nah ini yang membuat kepadatan dan kemacetan. Sehingga kami akan hadir di sana sebelum peristiwa itu terjadi,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau para pemudik dan wisatawan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, mengingat medan menuju Dieng berada di wilayah pegunungan dengan tingkat kerawanan tertentu.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan bahwa apel gelar pasukan merupakan agenda rutin setiap tahun menjelang Idul Fitri. Namun menurutnya, kesiapsiagaan tahun ini perlu semakin ditingkatkan mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik.

“Bagi Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri ini kegiatan rutin setiap tahun, namun kesiap-siagaan tentu harus lebih dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Afif menambahkan, Kabupaten Wonosobo memiliki karakteristik tersendiri saat musim mudik Lebaran. Selain menjadi jalur penghubung antar daerah di Jawa Tengah, wilayah ini juga merupakan tujuan wisata utama, khususnya kawasan Dataran Tinggi Dieng.

“Tahun yang lalu Dieng menjadi sorotan karena jumlah kunjungan wisata yang sangat tinggi saat mudik Lebaran. Tahun ini potensi kunjungannya juga diperkirakan lebih besar,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas menuju Dieng, pemerintah daerah telah menyiapkan jalur alternatif melalui Watumalang hingga kawasan Sikunang. Jalur tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan apabila jalur utama menuju Dieng mengalami kepadatan kendaraan.

Selain itu, peningkatan jumlah pengunjung juga diperkirakan terjadi pada rangkaian Festival Balon Udara yang akan digelar di 22 titik di Kabupaten Wonosobo selama masa libur Lebaran.

“Setiap event balon udara pasti ramai. Tahun ini ada 22 titik festival balon udara, salah satunya di Desa Kembaran yang akan merayakan anniversary ke-25 festival balon udara,” kata Afif.

Ia menegaskan bahwa seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga berbagai elemen masyarakat akan bersinergi menciptakan suasana Lebaran yang aman dan nyaman di Wonosobo.

“Dari Polri, TNI, Pemda, Dishub, Satpol PP, Pramuka, SAR, RAPI, semuanya akan bersinergi untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tuturnya.

Selama masa mudik Lebaran, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga memastikan layanan publik tetap berjalan normal, termasuk layanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas yang disiagakan selama periode pengamanan Lebaran. (Aris)