Capai 80 Persen, Gerakan Jembatan Garuda Siap Dukung Akses Warga Kertek–Kalikajar Wonosobo

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pembangunan jembatan gantung yang melintasi Sungai Begaluh terus berjalan dan kini mendekati tahap penyelesaian. Jembatan sepanjang 90 meter tersebut akan menghubungkan Dusun Klilin, Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek, dengan Dusun Pagentan, Kelurahan Kalikajar, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.
Teknisi Jembatan Gantung dari Vertical Rasio Indonesia (VRI), Ilham, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program nasional Gerakan Jembatan Garuda yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di lokasi pembangunan jembatan, Senin, 12 Januari 2024.
“Ini adalah program dari Bapak Presiden dan Kasat Kodim 0707/Wonosobo yang dilaksanakan serentak se-Indonesia,” ujar Ilham.
Ia menyampaikan, keberadaan jembatan gantung ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan mobilitas dan memperlancar akses antarwilayah. Jembatan tersebut dinilai mampu menunjang aktivitas sehari-hari warga, termasuk memudahkan akses anak-anak menuju sekolah.
Terkait progres pembangunan, Ilham menyebutkan bahwa pengerjaan jembatan saat ini telah mencapai sekitar 75 hingga 80 persen dan memakan waktu hampir dua minggu sejak dimulai.

“Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 75 sampai 80 persen dan dikerjakan kurang lebih hampir dua minggu,” katanya.
Ia menambahkan bahwa peresmian jembatan direncanakan akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada 15 Januari 2026. Jembatan ini merupakan jembatan perintis dengan sistem gantung yang telah disesuaikan dengan standar keselamatan dan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki serta kendaraan roda dua.
“Harapannya, setelah jembatan ini selesai, warga dapat menggunakannya sebaik-baiknya untuk mempersingkat waktu ke sekolah, bekerja, dan mendukung aktivitas lainnya,” ucap Ilham.
Selama proses pembangunan, kendala utama yang dihadapi adalah faktor cuaca. Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Wonosobo kerap menghambat proses pengerjaan di lapangan.
Pembangunan jembatan gantung tersebut menjadi salah satu program terpilih yang dilaksanakan di Kabupaten Wonosobo. (Aris)
