14 Mei 2026

1 Januari 2026, Zohran Mamdani Resmi Jadi Muslim Pertama yang Pimpin Kota New York Sebagai Walikota

KoranRakyat.co.id —Kota New York AS mencatat sejarah baru dalam pemerintahan  dengan dilantiknya Zohran Mamdani sebagai walikota pertama dari kalangan muslimin yang disumpah dengan Al Quran 1 Januari 2026.

Dilansir Inilah.com Kota New York atau yang karib dijuluki The Big Apple resmi mencatatkan sejarah baru tepat di awal tahun 2026. Zohran Mamdani, sosok muda progresif, resmi dilantik menjadi Wali Kota New York City.

Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan biasa. Mamdani memecahkan ‘plafon kaca’ sebagai orang Muslim sekaligus keturunan Asia Selatan pertama yang menduduki kursi nomor satu di kota terbesar di Amerika Serikat (AS) tersebut.

Prosesi Khidmat di Stasiun Tua

detik.news.com

Ada yang unik dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan Mamdani. Alih-alih memilih gedung mewah, ia memilih stasiun kereta bawah tanah City Hall yang telah ditutup sejak 1945 sebagai lokasi pelantikan. Stasiun bersejarah yang dibangun pada 1904 itu menjadi saksi bisu saat Mamdani meletakkan tangannya di atas dua kitab suci Alquran.

Kedua Alquran tersebut memiliki nilai sejarah yang mendalam. Satu milik kakeknya, dan satu lagi merupakan koleksi milik penulis sekaligus sejarawan kulit hitam legendaris, Arturo Schomburg, yang dipinjamkan khusus oleh Perpustakaan Umum New York.

Jaksa Agung New York, Letitia James, memimpin langsung pembacaan sumpah tersebut. Di samping Mamdani, tampak sang istri, Rama Duwaji, beserta keluarga besar yang setia mendampingi. Rencananya, sebuah upacara terbuka yang lebih besar akan dipimpin oleh senator kawakan Bernie Sanders pada Kamis (1/1/2026) sore waktu setempat.

Profil Pendatang yang Mendobrak

Zohran Mamdani bukanlah sosok sembarangan. Di usianya yang baru menginjak 34 tahun, ia juga mencatatkan diri sebagai Wali Kota New York pertama yang lahir di tanah Afrika, tepatnya di Uganda, dari orang tua berdarah India.

Langkahnya menuju kursi balai kota terbilang fenomenal. Pada pemilihan 4 November lalu, ia berhasil menumbangkan nama-nama besar seperti bekas Gubernur New York Andrew Cuomo hingga rival dari Partai Republik, Curtis Sliwa.

Kemenangan ini dianggap sebagai kemenangan mutlak bagi sayap progresif Partai Demokrat yang menginginkan perubahan radikal di New York.

 

Membawa Agenda Sosialis Demokrat

Mamdani datang dengan membawa napas sosialis demokrat. Narasi kampanyenya sangat membumi: soal keterjangkauan biaya hidup dan penguatan layanan sosial bagi warga kelas bawah.

Ia tidak main-main dengan janjinya. Dalam visi misinya, Mamdani berkomitmen menyediakan layanan bus gratis, akses perawatan anak (childcare), hingga pendirian toko grosir milik pemerintah kota untuk menekan harga pangan.

“New York harus menjadi kota yang ramah bagi semua, bukan hanya bagi mereka yang berkantong tebal,” tegas Mamdani dalam berbagai kesempatan kampanye.

Tak hanya itu, ia menargetkan kenaikan upah minimum kota hingga US$30 pada tahun 2030 serta perluasan hunian yang benar-benar terjangkau bagi buruh dan pekerja kota.

Kini, publik dunia menanti, sejauh mana sang Wali Kota Muslim pertama ini mampu mengubah wajah Kota New York di tengah tantangan ekonomi global yang kian dinamis. (*)