Jalan Ruas Klarik-Segeram Bukan Jalan Biasa

KR Natuna, Pekerjaan jalan ruas Klarik-Segeram sepanjang 3,5 KM yang dibiayai APBN Kurleb sebesar Rp 41 Milar, sempat menjadi polemik dan perbincangan masyrakat Natuna. beberapa pihak bahkan meragukan besarnya anggaran dianggap tak sebanding dengan panjang jalan yang dikerjakan.
Proyek jalan 3,5 Km lebar, 5,5 ini dikerjakan PT Nusantara Agung Pratama yang beralamat di Jalan Wiratno No.9, Kp. Baru, Kec. Tanjungpinang Barat, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau 29112
Saat Bupati Natuna meninjau pekerjaan Pembukaan jalan dengan pengerasan Beton ini tampak mobil truk molen pengangkut beton tertera logo BBG berwarna merah ynag merujuk ke PT GRAPHIKA BATAM BETON , perusahaan berbadan hukum Indonesia,berkedudukan di TelagaPunggur, RT 001/RW 001, Kabil, Kota Batam
Status proyek
Proyek pekerjaan jalan baru ruas Klarek-Segeram ini sepenuhnya dilelang pada Kementrian PU khususnya Bina Marga,

Meskipun status jalan ini merupakan Jalan kabupaten Natuna pihak Dinas PU Natuna dalam hal ini hanya sebagai penerima setelah jalan ini proyeknya selesai diserahterimakan dalam bentuk hibah dari Ditjen Binamarga Kementrian PU ke Natuna.
” Pihak PU Natuna pada dasarnya tidak terlibat pada proses lelang pekerjaan jalan ruas jalan Klarek-Segeram ini, meski ststusnya jalan kabupaten, nanti setelah jalan ini dihibahkan ke kabupatenNatuna, baru kita tugasnya merawat jalan ini, prosesnya sepenuhnya di Ditjen Binamarga Kementerian PU” Jelas Wan Tahriri selaku Kabid Binamarga dinas PU kabupaten Nauna menjawab konformasi KR. Senin (17/11)
Anggaran Wajar
Terkait besarnya anggaran yang mencapai 41 Miliar , kabid binamarga Natuna menilai masih batas kewajaran.
“Biaya pekerjaan ruas Klarek -Segeram ini maih batas kewajaran, karena mempertimbangkan contur lokasi pekerjaan, jika kita bandingkan dengan daerah dalam kota saja saat ini bisa mencapai 8 hingga 10 Milyar Rupiah per KM maka biaya 41 Milyar untuk 3,5 Km ini masih wajar, kita tidak bisa bandingkan biayanya dengan pekerjaan dalam kota dan daerah lain, karena pada dasarnya untuk menentukan biaya ini sudah ada pedoman dan aturannya, pedoman ini mengacu pada dokumen manual desain perkerasan jalan (MDP 2024)” jelas Wan Tahriri lebih jauh.
Penjelasan Wan Tahriri ini sesuai dokeumen ynag bisa diakses sdi https://binamarga.pu.go.id/index.php/nspk/detail/03mbm2024-manual-desain-perkerasan-jalan-2024
Selain itu pihak BinaMarga pusat tentu tidak gegabah, selain MDP-2024 Ditjen Bina Marga PU setiap tahun juga mengupdate spesifikasi umum yang ditetapkan,
Untuk spesifikasi jalan dan jembatan 2025 panduannya bisa diakses di https://binamarga.pu.go.id/index.php/nspk/detail/spesifikasi-umum-2025-untuk-pekerjaan-konstruksi-jalan-dan-jembatan
Bertujuan Mulia, ini Bukan Jalan Biasa !
Sikap Nyinyir juga ditunjukkan oleh beberapa tokoh Natuna, tuduhan melegalkan dan mempermudah akses perusahaan tambang kuarsa sempat dilontarkan., Benarkah demikian ?
Tuduhan ini tidak mendasar, Cen Sui Lan mengusulkan pembangunan Ruas jaln klarek Segeram ini bukan pada tahun 2025, tetapi saat masih menjabat Anggota DPR-RI,
Kampung Segeram merupakan cikal bakal Natuna, ratusan tahun Segeram terisolir, masyarakat mendambakan fasilitas infrastruktur jalan yang layak, cepat, mudah dan murah.
Pembangunan jalan ini sebagai perwujudan komitmen pemerintah menghapus ketertinggalan wilayah pesisir dan pulau terdepan dengan pembangunan infrastruktur dasar.
” Kita memang usulkan pada tahap pertama pembangunannya sepanjang 3,5 kilometer. selanjutnya Kita akan perjuangkan untuk ajukan lagi pada tahap kedua pada 2026 agar jalan ini bisa fungsional,masih kurlep 6 KM lagi untuk sampai pemukiman Segeram” ujar Bupati.Sabtu ( 15/11/2025) menjawab KR
Lebih jauh Cen Sui Lan mnejelaskan sesuai Detail Engineering Design (DED), masih ada kebutuhan lanjutan dari titik irigasi menuju area pemukiman warga, CSL janji akan perjuangkan agar tahap lanjutan tersebut dapat masuk dalam anggaran tahun berikutnya.
“ Pembangunan jalan ke kampung Segeram bukan sekedar pembangunan proyek fisik, ini investasi jangka panjang agar kesejahteraaan masyarakat meningkat, konektifitas antar wilayah terbuka, dan bisa menumbuhkan kawasan ekonomi baru, khusunya dibidang pertanian dan perkebunan” Ungkap Cen Sui Lan. (red)
