18 April 2026

Operasional Kereta Whoosh Rugikan 4 BUMN karena Tekornya Lebih dari Rp11 Miliar/Hari

KoranRakyat.co.id –Tak tanggung-tanggung Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang dibangga-banggakan  ternyata operasionalnya merugikan sejumlah perusahaan pelat merah atau BUMN senilai Rp11 miliar/hari.

Dilansir Inilah.com Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eisha M Rachbini menilai, operasional Kereta Whoosh yang dulunya bernama Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) konsisten melahirkan kerugian.

“Bahkan pada 2025, kerugiannya tembus ke angka Rp1,6 triliun. Akumulasi kerugian tersebut menandakan KCIC selaku pengelola Kereta Whoosh, masih menghadapi tekanan pembiayaan dan menjadi masalah yang belum teruraikan penyelesaiannya hingga saat ini,” kata Eisha dalam sebuah diskusi daring di Jakarta, dikutip Kamis (23/10/2025).

net

Akibat kerugian itu, kata Eisha, memberikan dampak pada sejumlah perusahaan pelat merah atau BUMN yang tergabung dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia. Di mana ada 4 BUMN yang masuk PSBI yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero/KAI), PT Wijaya Karya (Persero/WIKA) Tbk, PT Jasa Marga (Persero/JSMR) Tbk dan PTPN VIII.

“Sebesar 60 persen kerugian dari PSBI ini, merupakan atribut dari KAI selaku pemegang saham mayoritas dalam konsorsium. Risiko fiskal yang ada dalam BUMN merupakan dampak bagi keuangan negara,” ungkapnya.

Dia menyoroti kinerja day to day dari KCIC, khususnya menyangkut jumlah penumpang Kereta Whoosh yang masih jauh dari harapan. “Hingga Oktober 2025 tercatat sebanyak 12 juta penumpang Kereta Whoosh, di mana pada Juni 2025, merupakan saat libur sekolah. Ada record harian yg berdampak pada kinerja perjalanan. Masih ada gap 40 persen dari okupansi kereta cepat yang masih harus ditingkatkan,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025 (unaudited), PSBI didera utang Rp4,195 triliun sepanjang 2024. Artinya, konsorsium BUMN Indonesia harus menanggung rugi dari beban KCIC sebesar Rp11,493 miliar per hari. Dengan asumsi setahun adalah 365 hari.

Kerugian itu masih berlanjut hingga tahun ini. Paruh pertama di tahun ini, PSBI sudah membukukan kerugian Rp1,625 triliun. Sebagai pemimpin konsorsium, KAI memegang porsi saham terbesar di PSBI, yakni 58,53 persen, sesuai penugasan yang diberikan pada masa pemerintahan Jokowi.

Masih menurut Eisha, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa telah menegaskan menolak APBN digelontorkan untuk melunasi utang proyek Whoosh. Seharusnya diselesaikan secara B to B yang tidak melibatkan APBN.

“Maka muncul arah ke restrukturisasi utang proyek, itu yg masih dalam pembahasan, apakah sebagian utang harus dikonversi menjadi ekuitas,lalu menyerahkan aset kepada pemerintah sambil terus bernegosiasi dengan CBD si pemberi utang,” paparnya.

Terakhir, kata dia, ada penambahan dana melalui BPI Danantara. “Danantara, harus tetap mencermati bagaimana fisibilitasnya, tata Kelola. Jangan sampai gali lubang tutup lubang,” imbuhnya. (*)