Rektor UIGM Marzuki Alie : Tidak Ada Mahasiswa IGM yang Bodoh

Palembang|KoranRakyat.co.id — Rektor Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Dr. H. Marzuki Alie di hadapan ratusan wisudawan dalam Sidang Senat Terbuka Ke XXII Universitas Indo Global Mandiri (IGM) yang dipimpin Ketua Senat Perguruan Tinggi Assoc Prof Dr Herri Setiawan SKom.Mkom pada Sabtu (4/9) menyebutkan bahwa tidak ada mahasiswa di Universitas Indo Global Mandiri yang bodoh kecuali yang malas.
Pernyataan tersebut diungkaplkan Dr. H. Marzuki Alie saat menyampaikan pidato sidang senat terbuka Universitas Indo Global Mandiri (IGM) ke-XXII menjadi momen penting bagi 467 wisudawan-wisudawati yang resmi dikukuhkan kelulusannya, di Graha IGM, Burlian Palembang, pada Sabtu (4/9)

Ia pun memberikan sentilan keras bahwa kegagalan kuliah bukan disebabkan oleh kebodohan kecerdasan, melainkan kemalasan. “Tidak ada mahasiswa yang bodoh, tapi malas. Tidak ada mahasiswa yang putus kuliah kecuali takut menghadapi kenyataan. Jangan ada mahasiswa kita yang berhenti karena uang. Kalau sudah masuk ke kampus UIGM, wajib hukumnya selesai,” tegasnya.
Mengibaratkan dirinya sebagai orang tua yang melepas anaknya ke tanah rantau, Rektor Marzuki Alie memberikan sembilan pesan moral bagi para alumni yang akan terjun ke masyarakat.

Pada kesepatan itu Marzuki Alie menyampaikan beberapa pesan yang menekankan pentingnya integritas, etika, dan pembelajaran berkelanjutan. “Jangan lupakan dosen-dosen yang telah memberikan ilmu seluas yang telah dimiliki, tetaplah rendah hati, dan terus menjalin hubungan dengan teman (jaringan),” pesannya pada wisudawan
Selain itu, ia juga menekankan, “Jaga nilai-nilai etika dan integritas. Terus belajar (long life learning). Sukses bukan untuk diri sendiri.” Pesan terakhirnya adalah agar para alumni selalu bersyukur dan tidak takut akan kegagalan.
“Selalu bersyukur atas sekecil apapun pencapaian. Sabar dan ikhlas atas semua ketidakkeberhasilan. Jangan pernah takut gagal. Bangga dengan apa yang dicapai dan jangan pernah berhenti untuk belajar, untuk menjadi diri kita sendiri,” pungkasnya.
“Kalian mendapatkan gelar. Sebagai bentuk penghargaan dari universitas, kami bangga. Semua gelar adalah bukti dan fakta kalau Anda punya ambisi, tangguh, dan komitmen,
Marzuki Alie menyoroti komitmen pihak kampus untuk memastikan setiap mahasiswa dapat menyelesaikan studi, bahkan dalam kesulitan finansial sekali pun. “Saya merasakan sendiri denyut nadinya. Merasakan perjuangannya. Kalaupun tidak ada biaya, kita biayai sampai lulus asalkan berkomitmen. Rangkul adik-adikmu sebagai bentuk komitmenmu,” ujar Marzuki Alie.

Lepas Wisudawan
Dari total 467 wisudawan-wisudawati yang resmi dikukuhkan kelulusannya, 410 lulusan Universitas IGM dan 57 lulusan STEBIS IGM dihadiri oleh seluruh anggota senat universitas, serta ribuan keluarga mahasiswa yang memadati ruangan dengan sorak bangga.
Dr. H. Marzuki Alie, menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras para lulusan dan menekankan pentingnya peran mereka di masa depan yang sarat tantangan. “Kami berharap para alumni dapat terus menjaga nama baik almamater, karena kesuksesan bukan hanya milik individu, tetapi juga cerminan dari institusi,” tegas Marzuki Alie
Ia juga secara spesifik menggarisbawahi tantangan era modern, di mana kemajuan zaman dan teknologi menuntut kesiapan adaptif dari para lulusan.
Ia mendorong alumni IGM untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi harus siap membuka lapangan kerja baru dan menjadi motor penggerak ekonomi. Pesan ini relevan dengan dinamika global yang memerlukan talenta-talenta kreatif dan inovatif.
“Kalian adalah generasi yang tidak hanya harus siap bersaing, tetapi harus menjadi pemimpin perubahan, jangan pernah berhenti belajar dan berinovasi,” pungkasnya.
LLDikti Wilayah II
Hadir dan ikut memberikan kata sambutan Fansyuri Dwi Putra, SE, M.Si mewakili perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II yang menilai Universitas Indo Global Mandiri (IGM) sebagai salah satu institusi yang terus berbenah dan maju.

Peningkatan mutu ini disampaikan di hadapan ratusan wisudawan Universitas Indo Global Mandiri (IGM) dalam Sidang Senat Terbuka ke XXII, Sabtu (4/9).
“Kami sangat mengapresiasi upaya UIGM yang telah ikut mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa. Kami berharap UIGM dapat terus menjadi fakultas yang sukses dan maju seperti yang kita cita-citakan bersama,” ujar Fansyuri.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi swasta dengan LLDikti Wilayah II dalam melaksanakan berbagai program strategis kementerian, termasuk program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Fansyuri juga memberikan arahan teknis mengenai peningkatan akreditasi program studi dan percepatan kenaikan pangkat/jabatan fungsional dosen yang menjadi kunci peningkatan kualitas institusi.
“LLDikti Wilayah II siap memfasilitasi setiap kebutuhan UIGM dalam rangka memastikan mutu layanan pendidikan terpenuhi. Kami ingin UIGM terus meningkatkan output lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri,” pungkasnya. (*)
