1 Mei 2026

7 Pemain Timnas Malaysia Resmi Disanksi FIFA karena  Naturalisasi Akal-akalan

 

 

KoranRakyat.co.id —-Sebanyak tujuh  pemain timnas Malaysia resmi disanksi pihak  FIFA karena  melakukan naturalisasi pemain akal-akalan.

Dilansir Inilah.com Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi menjatuhkan sanksi berat kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi. Keputusan ini diumumkan oleh Komite Disiplin FIFA pada Jumat (26/9/2025).

Dalam putusan resminya, Malaysia dinyatakan melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) tentang pemalsuan dokumen.

“FAM telah mengajukan permintaan klarifikasi kelayakan pemain kepada FIFA, dan dalam proses tersebut, menggunakan dokumen yang dipalsukan agar dapat menurunkan pemain-pemain tersebut,” bunyi pernyataan resmi FIFA dalam laman resminya.

7 Pemain Terlibat

  1. Gabriel Felipe Arrocha
  2. Facundo Tomás Garcés
  3. Rodrigo Julián Holgado
  4. Imanol Javier Machuca
  5. João Vitor Brandão Figueiredo
  6. Jon Irazábal Iraurgui
  7. Héctor Alejandro Hevel Serrano

Ketujuh pemain tersebut sempat tampil membela Malaysia dalam laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam, 10 Juni 2025 lalu.

Tak lama setelah pertandingan, FIFA menerima pengaduan mengenai kelayakan mereka, terutama Garcés, Holgado, Figueiredo, Iraurgui, dan Serrano.

Denda dan Hukuman Berat

Setelah melalui proses evaluasi, FIFA menjatuhkan hukuman berupa denda CHF 350.000 (sekitar Rp7,3 miliar) kepada FAM.

Selain itu, para pemain yang terlibat juga dikenakan denda masing-masing CHF 2.000 (sekitar Rp43 juta) dan dijatuhi hukuman skorsing 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola, terhitung sejak keputusan resmi dikeluarkan.

“Ketujuh pemain tersebut juga dijatuhi hukuman tambahan berupa skorsing selama 12 bulan dari seluruh aktivitas yang berhubungan dengan sepak bola, terhitung sejak tanggal pemberitahuan keputusan,” tegas FIFA.

Dampak ke Timnas Malaysia

Hukuman ini menjadi pukulan telak bagi Malaysia, yang tengah berjuang di putaran kualifikasi Piala Asia 2027. Kehilangan tujuh pemain pilar sekaligus denda miliaran rupiah dipastikan memengaruhi persiapan skuad Harimau Malaya menuju turnamen besar tersebut.

AFC Buka Suara

Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan bahwa isu kelayakan pemain naturalisasi Timnas Malaysia sepenuhnya berada di bawah kewenangan FIFA. Saat ini, kasus tersebut masih menunggu keputusan final dari Football Tribunal.

Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul, mengatakan bahwa proses disipliner memang sudah berjalan, namun belum ada keputusan yang benar-benar final.

“Isu kelayakan pemain bukan keputusan AFC. Itu wewenang FIFA, khususnya tribunal sepak bola. Keputusan belum dibuat, kami menunggu tribunal bersidang dalam waktu dekat,” ujar Windsor dikutip dari The Star, Sabtu (27/8).

Masih Bisa Banding hingga CAS

Windsor menjelaskan bahwa FAM masih memiliki hak untuk melakukan banding atas sanksi yang dijatuhkan FIFA pekan lalu. Jika banding pertama ditolak, kasus ini bahkan bisa dibawa ke CAS (Court of Arbitration for Sport).

“Ini seperti proses hukum. Ada komite disiplin, lalu komite banding. Jika masih tidak puas, bisa ke CAS. Sampai semua proses ini selesai, keputusan belum bersifat final,” katanya.

Latar Belakang Kasus

Pada Jumat (26/9/2025), Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi Malaysia karena melanggar Pasal 22 FIFA Disciplinary Code tentang pemalsuan dokumen.

FAM dinyatakan bersalah setelah terbukti menyerahkan dokumen manipulatif dalam proses klarifikasi kelayakan pemain untuk tampil di laga kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam, 10 Juni 2025 lalu.

Sanksi yang dijatuhkan antara lain:

  • Denda CHF 350.000 (sekitar Rp7,3 miliar) untuk FAM.
  • Skorsing 12 bulan untuk tujuh pemain, yaitu Gabriel Palermo, Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Jon Irazábal, dan Héctor Hevel.
  • Denda CHF 2.000 (sekitar Rp43 juta) per pemain.

AFC berharap proses hukum berjalan cepat mengingat kualifikasi Piala Asia 2027 masih terus berlangsung.

“FAM sudah menyatakan akan banding. Jadi kami menunggu keputusan dari badan berwenang secepatnya agar tidak mengganggu jalannya kualifikasi Piala Asia,” tutur Windsor. (*)