Isu Palestina Jadi Prioritas Utama di Sidang PBB yang Diemban Prabowo Bersama Delegasi RI

KoranRakyat.co..id|New York — Isu masalah Palestina (Gaza) menjadi prioritas utama di Sidang PBB yang diemban Prabowo bersama delegasi RI Sidang Umum PBB
Dilansir Inilah.com menyebutkan Majelis Umum PBB kembali bergetar. Edisi ke-80 ini terasa istimewa, bukan hanya karena dihadiri oleh sejumlah kepala negara, tetapi juga karena isu Palestina yang kembali mengemuka sebagai agenda utama. Delegasi Indonesia, yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, siap mengemban misi penting: memperjuangkan kedaulatan Palestina di hadapan dunia.
Kehadiran Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB menjadi momen bersejarah. Ini adalah kehadiran pertama seorang Kepala Negara Indonesia setelah 10 tahun. Tema ‘Better together: 80 years and more for peace, development and human rights’ menjadi payung besar yang diharapkan mampu menyatukan komitmen global untuk multilateralisme dan perdamaian.
Isu Palestina Menguat, Dunia Mulai Berubah

Titik fokus utama Sidang Umum PBB kali ini adalah pengakuan Palestina sebagai sebuah negara. Hal ini ditunjukkan dengan digelarnya Konferensi Internasional Tingkat Tinggi pada 22 September. Konferensi yang diketuai bersama oleh Prancis dan Arab Saudi ini bertujuan untuk menggalang dukungan bagi solusi dua negara.
Gelombang dukungan ini semakin kuat. Sejumlah negara, termasuk sekutu-sekutu lama Israel, mulai melunak. Prancis melalui Presiden Emmanuel Macron dan Kanada melalui Perdana Menteri Mark Carney menyatakan kesiapan mereka untuk secara resmi mengakui Palestina.
Langkah ini diikuti oleh negara-negara lain seperti Australia, Finlandia, Selandia Baru, dan Portugal. Hal ini menjadi sinyal jelas bahwa Israel makin tersudut dan tekanan internasional kian membesar.
Resolusi yang dihasilkan dari sidang ini, meski tidak mengikat secara hukum, memiliki pengaruh moral yang kuat. Dengan dukungan 142 negara, Deklarasi New York yang menegaskan pentingnya penyelesaian damai dan penolakan kekerasan menjadi fondasi kuat bagi pergerakan diplomasi selanjutnya.
Prabowo di Panggung Dunia

Presiden Prabowo Subianto, sebagai kepala delegasi Indonesia, dijadwalkan akan menyampaikan pidato pada 23 September, berada di urutan ketiga setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. Momen ini menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk menegaskan posisinya.
Kementerian Luar Negeri Indonesia telah memastikan bahwa isu Palestina akan menjadi salah satu prioritas yang disampaikan. Seperti yang ditegaskan, “Tidak akan ada perdamaian abadi tanpa solusi dua negara.” Indonesia, sebagai negara yang tak pernah lelah menyuarakan kedaulatan Palestina, akan kembali berdiri di garis depan.
Dengan tekanan Israel yang kian brutal dan pergeseran sikap negara-negara Eropa, hasil Sidang Umum PBB kali ini diharapkan bisa lebih tegas dalam mewujudkan solusi dua negara. Dukungan dari negara-negara yang mulai mengubah haluan menjadi harapan baru bagi terwujudnya perdamaian dan kemerdekaan bagi bangsa Palestina.(*)
