Ahmad Usmarwi Kaffah: Indonesia–Filipina Sepakat Perkuat Kerja Sama Hukum dan Atasi Persoalan Keturunan

Jakarta, KoranRakyat.co.id — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Perlindungan Sipil (Menko Kumham Imipas), Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, melakukan pertemuan bilateral dengan Secretary of Justice Republik Filipina, Jesus Crispin Remulla, dalam upaya memperkuat kerja sama hukum antara kedua negara.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang menandai komitmen kuat kedua pemerintah untuk terus memperkuat hubungan bilateral di bidang hukum dan perlindungan warga negara.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah penanganan status Person of Indonesian Descent (PID) dan Person of Philippine Descent (PPD). Kedua pihak sepakat untuk membuka kembali jalur kerja sama guna menyelesaikan persoalan ini secara menyeluruh dan bermartabat.

Selain itu, Indonesia dan Filipina juga menyepakati penguatan kerja sama dalam hal pertukaran informasi intelijen, khususnya yang berkaitan dengan tindak pidana perdagangan orang (human trafficking) dan penyelundupan manusia (people smuggling). Langkah ini dipandang penting untuk memperkuat sistem deteksi dini, respons cepat, dan perlindungan warga di kedua negara.
Kedua menteri juga menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan komunikasi melalui dialog dan diskusi reguler guna meningkatkan pemahaman kebijakan dan kerja sama konkret antar lembaga penegak hukum.
Staf Khusus Menko Kumham Imipas, Bapak Ahmad Usmarwi Kaffah, menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung dengan sangat lancar dan produktif. “Pertemuan ini berjalan baik, penuh semangat persahabatan, dan disusun dengan dasar kepercayaan. Saya yakin hasilnya akan meningkatkan hubungan strategis Indonesia dan Filipina di bidang hukum dan kemanusiaan,” ujarnya.
Pertemuan ini memperkuat peran Indonesia sebagai mitra regional yang aktif dalam mendorong penegakan hukum yang adil, serta perlindungan terhadap kelompok rentan di kawasan Asia Tenggara. (*)
