Sebanyak 333 Peserta akan Berlomba pada STQH Sumsel 2025

PENDOPO PALI|KoranRakyat co. id—-Sebanyak 333 peserta dari 17 kabupaten/kota se Sumatera Selatan (Sumsel) dinyatakan sah dapat berlomba pada ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) ke 28 Tingkat Provinsi Sumsel yang dilaksanakan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dari 333 peserta tersebut, sebanyak 168 peserta putri dan 165 putra.
Keabsahan peserta STQH tersebut diambil dalam rapat yang diikuti Kabag Kesra dah Ketua LPTQ kabupaten/kota, dipimpin Karo Kesra Sumsel, Dr H Sunarto, M. Si di Hotel Srikandi PALI, Senin sore 21 April 2025.
Hadir juga Ketua Harian LPTQ Sumsel, Drs KH Mudrik Qori, MA, Wakil Ketua Harian, Ust H Ahmad Iskandar Zulkarnaen, Lc, M. Ag, Sekretaris KH Agus Jaya, Lc, M. Hum, Hakim Pengawas, Drs H Iklim Cahya, MM, sera Admin LPTQ Sumsel, Ust Khomsun Isnanto, S.Ag, M. Si.
Informasi dari Tim Verifikasi peserta STQH, sesuai dengan cabang dan golongan yang dilombakan, maka setiap kabupaten/kota maksimal mengirim sebanyak 22 peserta (11 putra dan 11 putri).
Sebanyak 9 kabupaten/kota mengirim 22 peserta yakni Banyuasin, Empat Lawang, Lahat, Lubuklinggau, dan Muaraenim. Kemudian Ogan Ilir, OKI, Palembang, dan tuan rumah PALI.
Sedangkan Musi Rawas (21), lalu Muba, Muratara dan OKUT (20). Sementara Pagaralam (17), dan Prabumulih (16). Yang paling sedikit mengirim peserta yakni OKU (11) dan OKUS (10).
Bila dirinci per cabang/golongan lomba, yang terbanyak untuk peserta tilawah dewasa dan anak, serta tahfidz 1 juz dan 5 juz + tilawah, masing-masing 34 peserta.
Berikutnya tahfidz 10 juz 32 peserta, tahfidz 20 juz (30), sedang tahfidz 30 juz 28 peserta. Lalu untuk hadits 100 bersanad (29), hadits 500 tanpa sanad dan KTIH (28), serta Tafsir Bahasa Arab 22 peserta.
Dijadwalkan STQH yang digelar selama 7 hari, 21 – 27 April 2025, dibuka Gubernur H Herman Deru, Selasa sore, 22 April 2025, usai menghadiri peringatan HUT Kabupaten PALI tahun 2025.
Menurut Ketua Harian LPTQ Sumsel, Drs KH Mudrik Qori, MA, Senin 22 April 2025, upacara pembukaan (opening ceremony) dipusatkan di Arena Utama STQH, Lapangan 10 November Komperta Pendopo, Talang Ubi. Di arena utama ini akan dilombakan cabang Tilawah golongan anak-anak dan dewasa, serta cabang Hifzil Quran golongan 5 juz tilawah. Sehingga dari pagi hingga malam akan ada perlombaan.
Kegiatan STQH digelar dua tahunan, tahun 2023 lalu dilaksanakan di Kota Lubuklinggau, yang berlangsung sukses. Saat itu kafilah Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang meraih juara umum.
Pada STQH XXVIII tahun 2025 di PALI ini, akan dilombakan cabang baru yakni Karya Tulis Ilmiah Hadits (KTIH), yang secara nasional juga akan dilombakan untuk pertama kali pada STQH tingkat nasional di Kendari Sulawesi Tenggara, bulan Oktober mendatang.
Sementara Sekretaris LPTQ Sumsel, KH Agus Jaya, Lc, M. Hum, menambahkan, pada STQH Sumsel ini ada 5 cabang dan 22 golongan yang dilombakan.
Adapun cabang dan golongan yang dilombakan tersebut, lanjut Agus Jaya, yakni cabang tilawah (anak dan dewasa), cabang tafsir (tafsir bahasa Arab), cabang Hifzil (1 juz dan 5 juz tilawah, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz). Selanjutnya cabang Hadits (100 bersanad dan 500 tak bersanad), serta cabang KTIH. Untuk setiap cabang terdiri dari pria dan wanita, ujar Agus Jaya.
Sementara venue yang digunakan, umumnya terpusat di kawasan Komperta Pendopo yakni selain di Arena Utama Stadion 10 November, juga di Venue Orkes (Tafsir dan Hadits), Venue Pesos (1 juz tilawah), venue Masjid Mukhlisin (10, 20, dan 30 juz), serta Pendopoan Rumdin Bupati (KTIH).
Menurut Wakabid IT LPTQ Sumsel, Khomsun Isnanto, S, Ag, M. Si, pada gelaran STQH ini tetap akan menggunakan sistem live scoring. Guna memastikan objektivitas dan transparansi dalam penilaian oleh majelis hakim. (ica)
