19 Juli 2024

Qadarullah, Viral dengan Sebutan Manajer Rp 1 M, Tanri Abeng  Berpulang KepangkuanNya

KoranRakyat.co.id —   Innalilllahi wainna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke Pangkuan Illahi, tokoh ekonomi Indonesia Tanri Abeng yang lebih familiar dengan sebutan Manager Rp 1 Miliar,   pada Minggu (23/6/2024) di Jakarta.

Dilansir  Wartakota,com, Tanri Abeng merupakan Menteri Pendayagunaan BUMN pertama di Indonesia.

Sosok Tanri Abeng pun mencuri perhatian lantaran kiprahnya di bidang ekonomi Indonesia.



Eks Menteri BUMN Tanri Abeng meninggal dunia, Minggu (23/6/2024) dini hari, di usia 83 tahun. Dia meninggal akibat sakit yang dideritanya./ Wartakota.com/ kompas.com

Terlebih Tanri Abeng sempat dikenal sebagai manajer Rp1 Miliar karena perusahaan Bakrie berani membayar besar gajinya lantaran berhasil membuat perusahaan itu untung besar.

Meski saat ini dikenal sebagai sosok yang sukses, ternyata Tanri Abeng lahir dari keluarga yang sederhana.

Tanri Abeng dilahirkan di sebuah desa di Pulau Selayar, Celebes.

Pada usia 10 tahun kedua orangtuanya meninggal dan ia dikirim untuk tinggal dengan kerabat di Makassar.

Setelah menyelesaikan pendidikan SLA di Makassar, ia sempat berangkat ke Amerika Serikat dalam program American Field Service (AFS) Exchange program.

Selanjutnya ketika ia pulang kembali ke Makassar, ia melanjutkan sekolahnya di Universitas Hasanuddin sampai tingkat 5, pendidikannya dilanjutkan ke Graduate School of Business Administration, University at Buffalo, New York, Amerika Serikat hingga mendapatkan gelar MBA.

net

Kemudian ia mengikuti program management training Union carbide Amerika serikat.

Setelah selesai, ia ditempatkan di Jakarta sebagai Manager Keuangan perusahaan tersebut (1969-1979).

Kariernya terus menanjak sampai akhirnya ia menjadi Direktur PT Union-Carbide Indonesia.

Selain itu, ia juga menjadi Direktur Agrocarb Indonesia, Direktur Karmi Arafura Fisheries (1971-1976) dan pada tahun 1977-1979, ia merangkap sebagai manajer pemasaran Union Carbide Singapura.

Hingga akhirnya Tanri Abeng menjadi CEO Bakrie & Brothers, tetapi ia juga merangkap sebagai ketua non-eksekutif Multi Bintang Indonesia, posisi ini tetap dipertahankan hingga Maret 1998.

Dengan beberapa reformasi, kinerja Bakrie & Brothers membaik, ketika Tanri Abeng bergabung dengan perusahaan penjualan tahunan sekitar US $ 50 juta.

Pada Tahun 1991 ia memasuki dunia politik, ia mewakili Golkar duduk di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Selanjutnya tahun 1998 ia ditunjuk oleh Presiden Soeharto sebagai Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada Kabinet Pembangunan VII dan dilanjutkan dengan jabatan yang sama di Kabinet Reformasi Pembangunan pimpinan Presiden Habibie.

Tahun 2004, ia menjadi Komisaris Utama PT. Telkom Indonesia.

Pada tahun 2010, Tanri Abeng menyelesaikan pendidikan Doktor dalam Ilmu Multidisiplin dari UGM.

Setelah berkecimpung di dunia bisnis dan politik, Pada 2011, Tanri Abeng mendirikan Universitas Tanri Abeng di Jakarta Selatan.

Menurutnya, pembangunan kampus ini dibiayai dengan hasil penjualan Hotel Aryaduta, hotel yang dimiliki Tanri hasil bermitra dengan bos Lippo Group, James Riady.

Tanri mengaku mendirikan universitas sebagai tanda syukur dan terima kasih.

Sepengakuan Tanri, hidup susah pada masa lalu membuatnya menghargai pendidikan. (*/Sar)