25 April 2024

Dalam 24 Jam Terakhir, Rusia Tahan 5 Wartawan

Jakarta,KoranRakyat.co.id –Provesi jurnalis di dunia internasional kembali terganggu.

Pihak Otoritas Rusia seperti dilansir detiknews  telah menjadikan pelaporan jurnalis di lapangan semakin berbahaya dan ilegal sejak mengirim pasukan ke Ukraina dua tahun lalu.

Kepolisian di Moskow, ibu kota Rusia telah menahan lima jurnalis independen dalam 24 jam terakhir.

Salah satunya mengatakan dia dipukuli saat ditahan, demikian diungkapkan kelompok hak asasi OVD-Info pada Kamis (28/3).
Otoritas Rusia telah menjadikan pelaporan di lapangan semakin berbahaya dan ilegal sejak mengirim pasukan ke Ukraina dua tahun lalu.

Otoritas Rusia telah menangkap dan mendenda mereka yang menentang narasi Kremlin.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/3/2024), jurnalis SOTAvision Antonina Favorskaya dibawa untuk diinterogasi pada Rabu malam waktu setempat, setelah menjalani hukuman 10 hari penjara karena meletakkan bunga di makam mendiang politisi oposisi Alexei Navalny.

Rekannya Alexandra Astakhova dan Anastasia Musatova, yang datang menemuinya di pusat penahanan tempat dia akan dibebaskan, juga ditahan oleh polisi, kata SOTAVision.

Kemudian, pada Kamis dini hari waktu setempat, polisi menangkap reporter Ekaterina Anikievich dari SOTAvision dan Konstantin Zharov dari RusNews, yang ditahan saat merekam di dekat rumah Favorskaya.

Zharov mengatakan kepada RusNews bahwa mungkin inilah alasan mereka ditahan.

Namun, OVD-Info mengatakan tuduhan terhadap mereka masih belum jelas.

“Mereka memberi tahu kami bahwa kami adalah pecandu narkoba, kami berkeliaran di sini dengan tujuan yang tidak jelas,” katanya.

“Mereka tidak membuat berita acara penahanan, padahal mereka menendang saya, menginjak kepala saya, memutar jari saya, mengejek saya ketika saya mencoba bangun, menuntut untuk memperlihatkan ransel saya seolah-olah berisi bahan peledak,” ujarnya.

Sejak melancarkan serangannya terhadap Ukraina, otoritas Rusia telah melarang, memblokir, atau berupaya menyensor hampir semua organisasi media independen yang masih beroperasi di negara tersebut.

Banyak jurnalis independen yang melarikan diri setelah serangan Rusia ke Ukraina tersebut, dan mereka yang masih bertahan menghadapi risiko.

Dua wartawan Amerika Serikat, tEvan Gershkovich dan Alsu Kurmasheva saat ini berada di penjara menunggu persidangan. (*/Sar)