25 April 2024

Selamatkan 100 Orang Saat Terorisme Moskow, Bocah Muslim  Diganjar Penghargaan Oleh Putin

Moskow, KoranRakyat.co.id—Di balik kegaduhan dan keributan, ada saja “malaikat” penolong yang humanis meski lingkungannya bukan kelompok arus besar di tempat itu.

Seperti dilansir  viva.co.id seorang petugas ruang ganti berusia 15 tahun yang heroik menyelamatkan lebih dari 100 orang ketika dia dengan cepat membawa dan membantu orang-orang untuk menjauh dari serangan teror yang merenggut sedikitnya 139 nyawa yang terjadi di Balai Kota Crocus Moskow.

Bocah tersebut bernama Islam Khalilov, yang bekerja paruh waktu di ruang ganti di Crocus City Concert Hall yang dikepung oleh kelompok bersenjata ISIS-K pada hari Jumat 22 Maret lalu.

Dalam video yang viral di media sosial, ia tanpa takut memandu dan menolong para warga yang datang untuk menonton konser band rock Piknik yang panik ke tempat yang aman.

 Sosok Islam Khalilov Sumber / viva.co.id

“Ke sana, ke sana, sembunyi ke sana!” kata Khalilov terdengar berteriak saat dia memimpin sejumlah orang menyusuri lorong menuju pintu keluar darurat.

“Semuanya pergi ke sana!

Semuanya di sana!

Ke Ekspo, ke Ekspo!”

Remaja muslim tersebut mengatakan kepada kantor berita milik Rusia Ruptly, bahwa dia sedang bekerja ketika dia melihat kerumunan orang melarikan diri menuju tangga dan eskalator, memperingatkan dia bahwa semacam serangan tengah terjadi di dalam Balai Kota Crocus.

Khalilov mengatakan saat itu nalurinya muncul dan remaja tersebut memperingatkan para para pengunjung di lobi untuk melarikan diri saat dia membawa mereka ke pintu keluar darurat.

“Saya menunjukkan kepada mereka ke mana harus pergi dan membantu semua orang yang saya bisa,” kata remaja tersebut, membenarkan bahwa dia adalah orang terakhir dari kelompok tersebut yang keluar dari gedung.

“Saya tidak meninggalkan siapa pun di dalam,” katanya.

“Sejujurnya, saya tidak menganggap diri saya seorang pahlawan. Itu hanya bagian dari pekerjaan saya. Lebih baik mengorbankan diri sendiri daripada membiarkan seratus orang mati.”

Pemuda tersebut mengatakan bahwa dia dan ibunya masih terkejut atas kejadian tersebut, mengungkapkan bahwa seorang pria ditembak di depannya dan dia takut dia dan yang lainnya akan diledakkan atau ditembak mati oleh teroris.

“Ibu saya kaget dan menangis karena saya harus melalui semua ini,” ujarnya.

“Bahwa semua ini terjadi di depan mata. Sejujurnya, saya masih terguncang. Seorang pria tertembak tepat di depan saya, saya tidak bisa berhenti memikirkannya.”

Atas aksi heroiknya, Khalilov pun mendapat penghargaan dari Presiden Rusia Vladimir Putin, penegak hukum Rusia dan Mufti Sheikh Ravil Gainutdin, pemimpin spiritual Muslim Rusia.

Remaja tersebut, seorang penggemar berat sepak bola, juga diundang untuk bertemu dengan anggota klub olahraga favoritnya, FC Spartak Moscow, yang memberinya tiket masuk gratis ke pertandingan.

Moskow mengkonfirmasi bahwa total 11 orang telah ditahan atas serangan teror tersebut, dan afiliasi kelompok ISIS di Afghanistan mengaku bertanggung jawab.