21 Juli 2024

Pemkab Natuna Bantu Tingkatkan Pelayanan PDAM Tirta Nusa

KR Natuna – 1 Unit mobil Tangki air  yang merupakan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berkapasitas 4.000 liter yang senbelumnya  dikelola oleh Dinas PUPR Natuna. Kini diserahkan kepada PDAM Trta nusa sesuai dengan tupoksinya agar bisa meningkatkan elayanan terutama saat musim kemarau.

Bupati Natuna serahkan mobil tangki air ke PDAM Tirta Nusa

“Kami Pemerintah Daerah selalu berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat salah satunya adalah air bersih dan kali ini PDAM mendapatkan Bantuan Hibah Tangki Air dari Kementerian PUPR RI yang di mana bisa menunjang pekerjaan PDAM Tirta Nusa Kabupaten dalam menyalurkan air bersih kepada masyarakat serta nantinya juga kita akan mengoptimalkan Embung Sebayar dari mulai pipa-pipanya agar bisa disalurkan ke rumah-rumah warga,” jelas Bupati Natuna  Siswandi

Bupati berharap  mobil hibah dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melayani masyarakat, khususnya di pulau Bunguran.

Ia menyadari bahwa pemerintah daerah masih banyak kekurangan dalam memberikan pelayanan, terutama dalam mencukupi kebutuhan air bersih maka dalam moment Ramadhan ini bupati berhara masalah air bisa sedikit teratasi.

““Saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puas besok, mudah mudahan kita tidak ada permasalah air, khususnya saat menjalankan ibadah puasa,” tambahnya

Hibahkan satu unit mobil tangki air kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanusa diserahkan langsung oleh Bupati Natuna Wan Siswandi, bertempat di kantor PDAM Tirtanusa, jalan Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng, Batu Kapal, Senin, 11 Maret 2024.

Acara diawali dengan prosesi tepung tawar serta pembacaan do’a tolak bala yang merupakan adat dan tradisi di kabupaten Natuna.

Sementara Direktur PDAM Tirtanusa Natuna, Zaharuddin, mengucapkan terimakasih kepada Pemda Natuna atas dukungan yang telah diberikan

Dengan dihibahkannya mobil ini, kini PDAM Tirtanusa telah memiliki dua unit mobil tangki yang akan dipergunakan untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat.

“Kalau menurut kebutuhan, dua mobil tangki yang ada ini memang belum cukup. Kemarin kami sudah coba hanya mampu 7 tangki dari pagi sampai malam,” ujarnya.

Zaharuddin menambahkan, mulai H-1 bulan suci ramadhan sampai satu minggu pasca lebaran, pihaknya akan fokus melayani tempat ibadah dan masyarakat mengalami kelangkaan air bersih secara gratis.

“Jadi sesuai dengan arahan pak bupati, beliau tidak mau ada kendala bagi masyarakat selama menjalankan ibadah puasa,” timpalnya lagi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna usulkan pembangunan SPAM Sebayar beserta jaringan salurannya ke Kementerian PUPR.

“Sudah diusulkan melalui surat Bupati ke Kementerian,” kata Kabid Cipta Karya, Riswandi, terisah menjawab konfirmasi pewarta

Kabid Cipta Karya, Riswandi

Menurut Riswandi, berdasarkan keterangan Bupati, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan SPAM Sebayar beserta jaringan saluran Rp100 miliar.

“Itu sudah mengganti semua jaringan yang di Ranai, karena kita di Ranai ini kan masih menggunakan pipa PVC yang belum standar yang dibangun tahun 1982,” ujarnya.

Ia menerangkan, bahwa pihaknya prihatin kepada para petugas PDAM, dimana ketika turun hujan jaringan air pecah, dan ketika musim kemarau air tidak mencukupi.

“Jadi kita usulkan dengan ke Kementerian menggunakan pipa yang standar,” ungkap Riswandi.

Riswandi mengungkapkan bahwa, untuk pembangunan dan jaringan baru di Kota Ranai sudah dilengkapi DED, lahn, dan KLUPL.

“Itu semua mencakup untuk Kota Ranai, Kecamatan Bunguran Selatan, dan Bunguran Tengah,” ujarnya.

Riswandi mengataka, bahwa nantinya akan dibangun pipa instalasi air bersih yang ditarik dari Embun Sebayar, diolah kembali dan baru didistribusikan ke masyarakat.

Usulkan kepada Kementerian PUPR untuk pemasangan 1.300 Sambungan Rumah (SR) dari SPAM ke rumah warga.

Usulan Pemda Natuna akhirnya disetujui Kementerian PUPR pada tahun anggaran 2024 dan pengerjaanya akan dilaksanakan  dalam waktu beberapa bulan kedepan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Natuna, Riswandi, mengatakan, proyek ini merupakan program Inpres percepatan air minum dan air limbah.

Setiap daerah diminta untuk menyampaikan usulan, sesuai persyaratan-persyaratan yang sesuai dengan keriteria.

Terhadap usulan ini sudah dilakukan verifikasi oleh Balai Wilayah. Mereka turun ke lapangan untuk pengecekan jalur distribusi dan  rumah-rumah warga yang akan dipasang.

“Jadi kita dari Kabupaten Natuna sudah menyampaikan dan mengusulkan dan alhamulillah sudah disetujui kementerian,” terang Riswandi

Menurut Riswandi, program dari pusat ini hanya menambah SR dari SPAM yang sudah ada, bukan pembangunan instalasi dari  pengolahan embung sebayar.

“Jadi kita hanya menyambung. Dari SPAM yang ada di ranai ini kita tambahkan pemasangsan SR secara gratis ke 1.300 masyarakat penerima,” ungkapnya (red)