25 April 2024

Berkah PLTS-PTBA, Petani Muara Enim Kini Tak Lagi Khawatir Sawahnya Kekeringan

KORANRAKYAT.CO.ID – Meski hujan tak kunjung turun dan kemarau panjang sejak tiga bulan terakhir, Hopaini (56), tak merasa khawatir dengan bencana kekeringan yang melanda lahan sawahnya di Desa Tanjung Raja, Muara Enim. Sebaliknya, ia tetap rajin turun ke sawah untuk mengontrol padi yang ia tanam.

Hopaini merasa tenang karena sistem pengairan sawah di desanya sudah cukup baik, berkat adanya jaringan irigasi berbasis pompa energi surya, yang merupakan sumbangan dari PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), sejak tiga tahun silam.

Persisnya Oktober 2020, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PTBA memperkenalkan teknologi PLTS Irigasi sekaligus menyalurkan bantuan pembangunannya untuk masyarakat Tanjung Raja, yang acap kali gagal panen karena sawahnya kekeringan.

Kehadiran PTBA membantu teknologi irigasi ini, tentu saja menjadi catatan sejarah yang tak terlupakan bagi Hopaini. Bahkan bagi ratusan petani lainnya. Sebab di saat itulah nasib petani Tanjung Raja berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Maklum, selama ini petani di desa ini menghidupi anak dan istrinya dari kerja serabutan. Meskipun sebenarnya mereka memiliki sawah, namun sangat jarang dapat digarap, karena sulitnya mendapatkan pasokan air, kecuali menanti musin hujan.

Sebenarnya, jika dilihat secara permanen letak perswahan desa Tanjung Raja ini, lumayan dekat dengan Sungai Enim, sebagai sumber air. Namun kesulitan memanfaatkan sumber air sungai itu, karena secara goegrafis letak lahan persawahan Desa Tanjung Raja ini terhalang pula oleh perbukitan, jalan raya serta rel kereta api.

Jaringan pipa yang mengalirkan air Sungai Enim ke sawah warga (f/humas.ptba)

Jalan satu-satunya, hanyalah membangun pompa air berdaya sembur yang kuat agar air sungai dapat ditampung di bak penampungan, kemudian dialirkan ke persawahan lewat jaringan irigasi. Sayangnya, waktu itu keinginan ini masih sekedar mimpi, karena untuk membangun jaringan irigasi, pipa dan pompa tersebut, petani Tanjung Raja tidak memiliki biaya. Sementara program pemerintah pun belum ada sama sekali.

Proram CSR PTBA ini tentu saja disambut baik. Tidak saja oleh Hopaini, tapi juga masyarakat petani Tanjung Raja yang jumlahnya lebih dari 500 Kepala Keluarga. Respon positif juga datang dari pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Sebaliknya, sebagai BUMN tambang batubara nasional, PTBA memang tak terlepas dari tanggungjawabnya untuk menjadi perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sosial serta perekonomian masyarakat. Terlebih lagi PTBA juga didapuk untuk berperan serta dalam program penyediaan energi baru terbarukan (EBT) yang tengah digalakkan pemerintah.

Lewat program CSR tersebut, PTBA membangun 60 panel PV polycrystaline berkapasitas masing-masing 275 Watt peak (Wp) yang berjajar menghiasi atap jembatan desa. Selain itu dibangun juga jaringan pipa irigasi berikut pompa jenis submersible dengan kemampuan menyedot air yang mengandung lumpur. Kapasitas pompa tersebut 30 liter per detik dengan head mencapai 30 meter. Pompa tersebut digerakkan oleh listrik yang dihasilkan dari 60 panel PV tersebut.

Adapun alur sitem kerja PLTS Irigasi ini, diawali dengan menghidupkan panel PLTS dengan kapasitas 16,5 Kilowatt peak (kWp), untuk menyalakan pompa menyedot air Sungai Enim. Air yang disedot lalu disalurkan ke bak intake berukuran 3x3x2 m3 yang jaraknya sekitar 1 kilometer. Dari bak intake inilah air kemudian didistribusikan ke sawah-sawa masyarakat.

Hopaini pun yakin benar, sejak hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk irigasi di lahan persawahan Desa Tanjung Raja, yang namanya sawah tadah hujan, kini sudah berganti menjadi sawah irigasi PLTS. Memang belum semua perswahan dapat terjamah irigasi PLTS ini. Tapi paling tidak, kehadiran teknologi irigasi berbasis tenaga surya ini, menjadi cikal bakal berkembangnya pertanian di Muara Enim.

Panen 3 Kali Setahun

Dalam perjalannya, PLTS Irigasi Desa Tanjung Raja ini, hingga sekarang sudah mampu mengairi sawah seluas 63 hektar. Bahkan, dengan semangat penuh para petani dapat melakukan penanaman padi dan panen 3 kali dalam setahun. Tidak tangung tangung, jumlah hasil panen tersebut jika dikalkulasi mencapai angka 567 ton gabah kering.

Keberhasilan ini tentu saja berimbas pada peningkatan kesejahteraan masing-masing petani. Yang pasti mereka tidak kesulitan lagi memenuhi kebutuhan beras makan sehari-hari. Bahkan ada pula yang bisa menjual kelebihan panennya untuk membiayai sekloha dan kuliah anak-anak mereka.

Kerhasilan ini dibenarkan oleh seorang pejabat di Dinas Pertanian Kabupaten Muara Enim. Bahkan menurutnya ada istilah IP200 (satu tahun dua kali panen). ”Kita tingkatkan nanti sampai IP300. Target ke depannya 2 tahun bisa sampai 5 kali panen, kalau pengairan lancar dan memungkinkan,” ujar pejabat tersebut.

Dia juga menjelaskan, sebelum adanya PLTS irigasi ini, petani mengandalkan sawah tadah hujan sehingga hanya bisa panen 1 kali dalam setahun. Di samping itu, beberapa kali lahan para petani terancam gagal panen karena tidak menentunya musim. Pasalnya, akses ke sumber air yang terlampau sulit.

Lahan sawah di Desa Tanjung Raja Muara enim, bisa panen dua kali setahun. (d/ist)

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Raja, Hizuliadi, mengatakan dibangunnya PLTS tersebut membawa harapan baru bagi para petani di Desa Tanjung Raja. “Tentu kami sangat berterima kasih kepada Bukit Asam yang telah membangun PLTS. Namun ini juga tak lepas dari dorongan Gubernur Herman Deru,” ungkap dia.

Dia mengaku selama ini masyarakat cukup kesulitan untuk mengaliri air ke persawahan. Dengan adanya PLTS, dirinya optimistis produksi padi di Desa Tanjung Raja dapat meningkat pesat. Terbukti pada musim panen bulan Mei 2023 lalu, jumlah hasih panen masyarakat Tajung Raja, hampir tembus 800 ton.

“Masyarakat di sini memang menjadikan pertanian sebagai mata pencarian. Selama ini masyarakat hanya mengandalkan pertanian dengan sistem tadah hujan sehingga produksi pertanian tidak maksimal,” terang Hizuliadi.

PLTS Hadiah HUT-RI

Paling anyar, bertepatan dengan perayaan HUT ke 78 Republik Indonesia pada Kamis (17/8/2023), PTBA kembali meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk irigasi lahan pertanian di Desa Karang Raja, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Peresmian dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah dan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Suherman. Dalam kesempatan tersebut Ahmad Usmarwi mengapresiasi upaya yang dilakukan PTBA serta berharap terus berkontribusi untuk pembangunan berkelanjutan.

PLTS Karang Raja di tepi Sungai Enim. (f/ist)

“Hari ini kita menyaksikan salah satu kontribusi positif dari PTBA. Ini kontribusi yang tidak main-main karena bersifat sustainable development. Saya mengapresiasi penuh PTBA yang sudah menghadirkan dan mempelopori ini di Kabupaten Muara Enim. Saya sangat bangga, sangat senang, mudah-mudahan PTBA melanjutkan di tempat lain. Kami akan mendukung, masyarakat pun mendukung,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar masyarakat turut menjaga dan merawat PLTS irigasi ini supaya manfaatnya dapat terus dirasakan. “Para petani saudara-saudaraku sekalian, saya sangat memahami betapa sulitnya ketika kita bergantung pada sumber daya air. Saya sangat berharap PLTS ini dijaga betul, kita harus merawatnya sehingga betul-betul berkelanjutan,” ucapnya.

PLTS Irigasi di Desa Karang Raja mulai dibangun pada 16 September 2021 dan mulai beroperasi pada 14 Februari 2023. Terdiri dari 76 modul yang masing-masing berkapasitas 500 Wattpeak (Wp), total kapasitas PLTS mencapai 38 Kilowatt peak (kWp).

Listrik yang dihasilkan PLTS mampu menghidupkan 2 unit pompa irigasi berkapasitas 20 liter per detik dengan head mencapai 35 meter. Pompa menyedot air sungai sejauh 1,29 kilometer (km) ke bak reservoir yang kemudian didistribusikan ke sawah warga.

Lahan yang dialiri seluas kurang lebih 35 hektar. Sebanyak 121 petani memperoleh manfaat dari PLTS Irigasi Desa Karang Raja.

Berkat adanya PLTS untuk irigasi, para petani di Desa Karang Raja kini bisa panen 2-3 kali dalam setahun. Sebelumnya, petani mengandalkan sawah tadah hujan sehingga hanya bisa panen 1 kali dalam setahun. Hasil tani berpotensi meningkat hingga 175 ton Gabah Kering Giling (GKG) per tahun.

Peresmian PLTS Karang Raja oleh Plt Bupati Muara Enim. (f/humas)

Program PLTS irigasi dijalankan PTBA untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (_Sustainable Development Goals_/SDGs) poin 7 yakni menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua. Selain itu SDGs poin 8, yaitu menciptakan pekerjaan layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Suherman, di kesempatan sama mengatakan pembangunan PLTS irigasi merupakan upaya PTBA untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan, memberdayakan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Sejalan dengan Noble Purpose (tujuan mulia) PTBA sebagai anggota Grup MIND ID, yaitu membangun peradaban, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan kehidupan yang lebih baik.

“PLTS irigasi tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendorong pertanian yang lebih ramah lingkungan sehingga mampu mengurangi emisi karbon. Dari sisi perekonomian, program ini memberikan dampak bagi 121 petani,” katanya.

Tak hanya di Desa Karang Raja, PTBA telah membangun PLTS irigasi di 5 titik lokasi lain, antara lain Talawi Mudik (Sawahlunto, Sumatera Barat), Trimulyo (Pesawaran, Lampung), Tanjung Raja (Muara Enim, Sumatera Selatan), Nanjungan (Lahat, Sumatera Selatan), dan Rejosari Mataram (Lampung Tengah, Lampung). Total kapasitas terpasang 6 PLTS irigasi ini mencapai 192 kWp. (Lili Hartati)